:: DETIL DOKUMEN

Magnet Masjid Jamik Air Tiris
 
 
impresum
SL : SN, 2005.
Deskripsi
Sumber:
Media Indonesia: Minggu, 26 Juni 2005
http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2005062600512862
Magnet Masjid Jamik Air Tiris

Subyek
20091419 Masjid -- Indonesia -- Sumatera -- Riau
Isi:

BILA Anda dari Pekanbaru ingin berwisata ke Candi Muara Takus, sebaiknya singgah sejenak di Desa Tanjung Berulak, Air Tiris, Kabupaten Kampar. Di sana ada objek wisata yang terkenal bernama Masjid Jamik Air Tiris. Jarak antara Pekanbaru-Air Tiris hanya sekitar 52 km, atau dapat ditempuh satu jam perjalanan dengan menggunakan mobil.

Masjid ini dibangun pada tahun 1901 atas prakarsa seorang ulama bernama Engku Mudo Sangkal. Arsitektur masjid ini merupakan perpaduan gaya Melayu dan gaya China yang indah, dengan tingkat atap berbentuk limas. Di dinding masjid terdapat ornamen ukiran yang mirip dengan salah satu ornamen ukiran masjid di negeri Pahang, Malaysia. Ukiran ini bisa dilihat pada dua tonggak panjang di dalam masjid, masing-masing bertuliskan dua kalimah syahadat dan basmalah yang merupakan karya Engku Mudo Sangkal. Ukiran lainnya juga bisa dilihat di atas dan di depan mimbar.

Menara masjid ini cukup tinggi, dibuat dari kayu tanpa menggunakan bahan paku besi. Lantai masjid dibuat bertiang agar tinggi. Ada lima anak tangga yang harus dilalui pengunjung.

Sedangkan keunikan lain dari masjid ini yakni dasar sumur yang terletak di pelataran masjid, konon terdapat sebuah batu besar yang mirip kepala kerbau. Batu ini kadang-kadang berpindah tempat tanpa seorang pun yang mengetahuinya.

Banyak wisatawan dari Malaysia sering berziarah ke masjid ini bertujuan wisata maupun membayar nazar (janji), yaitu dengan cara mandi air sumur di teras masjid ini. Para pelancong ini biasanya datang beberapa hari setelah Idul Fitri atau tepatnya pada hari raya puasa bulan Syawal.

Sejak diresmikan pada 1904 dan hingga kini, Masjid Jamik Air Tiris terus berfungsi dan dimanfaatkan untuk salat lima waktu, salat Jumat, dan kegiatan untuk pengajian dan memperingati hari besar Islam.

Lalu, siapa Engku Mudo Sangkal itu?

Ia merupakan seorang pengembang agama Islam yang terkenal di daerah Kenegerian Air Tiris, lahir pada 1862 di Tanjung Belit, Air Tiris, Kabupaten Kampar, dan wafat pada 1927. Sejak awal, Engku Mudo Sangkal telah menjadikan masjid ini sebagai sarana pengembangan amal ibadah dan pusat bagi pengembanan agama serta pendidikan Islam di daerah Limo Koto, Kabupaten Kampar.

Masjid yang kini telah berusia lebih dari satu abad ini, dalam perjalanan waktu telah mengalami beberapa kali renovasi dengan dana yang berasal dari kalangan pemerintah dan swasta. Presiden Suharto, misalnya, pada 1982 pernah memberi bantuan senilai Rp10 juta untuk merehabilitasi atap dan sebagian besar lantai.

Tidak sulit menjangkau lokasi Masjid Jamik Air Tiris ini, karena letaknya tidak jauh dari jalan raya Pekanbaru-Bangkinang yang lumayan padat arus lalu lintasnya. Dari persimpangan jalan dekat pasar Kota Air Tiris, Batu Belah, wisatawan dapat masuk ke jalan perkampungan yang telah beraspal. Penduduk setempat dengan ramah menjawab pertanyaan wisatawan yang ingin pergi ke Masjid Jamik ini. (Mor/M-3)

:: Artikel lainnya dari Kliping: Kliping Geografi dan Pariwisata


 awal ... 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ... akhir 
No. Tanggal Judul Artikel
12009-11-08Hah, Berwisata ke Tempat Sampah
22009-11-06Paket Wisata Indonesia Termurah di Dunia
32009-10-19Wisata Pesisir Belum Populer, Lurah Diminta Ikut Promosi
42009-09-23Anyer-Carita Padat, Sarana Pantai Marunda Minta Dibangun
52009-09-22Obyek wisata Kampung Naga kembali dibuka
62009-09-16Mudik, Rekreasi, dan Nikmatnya Rasa Telur Asin
72009-09-15Menembus "Kota Angin" Majalengka
82009-09-14Betapa Tergantungnya Indonesia Timur pada Turis Eropa
92009-09-10Puluhan bus kuno Karimun potensial dorong sektor pariwisata
102009-09-09Disneyland cukup ke Makassar