:: DETIL DOKUMEN

"Kampoeng Fun" Jatim sebuah arena bermain alternatif
 
 
impresum
SL : SN, 2009.
Deskripsi
Sumber:
Berita Daerah: Rabu, 29 Juli 2009
http://beritadaerah.com/artikel.php?pg=artikel_jawa&id=10588&sub=Artikel&page=1
"Kampoeng Fun" Jatim sebuah arena bermain alternatif

Subyek
20091992 Geografi dan Pariwisata -- Indonesia -- Jawa Timur
Isi:

(Berita Daerah - Jawa) - Suasana lapangan bermain di Perumahan Bumi Wana Lestari di Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, akhir pekan lalu, tampak ramai dibanding biasanya.

Puluhan anak-anak dan orang tua berkumpul di lapangan yang sering menjadi arena berkumpul dan bercengkerama warga perumahan tersebut.

Lapangan seluas 800 meter persegi itu, disulap menjadi sebuah "Kampoeng Fun", yakni arena edukasi yang memadukan permainan, olahraga, kreativitas, keberanian, dan menghadapi tantangan untuk mendapatkan pengalaman belajar dengan cara yang berbeda.

Beragam permainan tantangan yang digelar, antara lain "flying fox", jembatan tali, ular tangga kreatif, membatik, "fun smart games", dan kegiatan mewarnai.

Selain itu, masih ada kegiatan seni melatih kekompakan dan kepribadian anak-anak, serta beragam pilihan kuliner dan berbagi pengetahuan atau pengalaman dalam sarasehan "shared learning".

Secara prinsip, arena itu tak ubahnya area "outbound" yang sering ditemui di berbagai lokasi tertentu. Bedanya, "outbound" yang diusung Kampoeng Fun tidak menetap dalam satu lokasi, tapi bisa berpindah-pindah dan masuk ke kampung-kampung.

Dengan hanya mengeluarkan biaya Rp20.000 per orang, anak-anak sudah bisa menikmati seluruh permainan yang ada di Kampoeng Fun. Selama tiga hari digelar, ratusan anak antusias memanfaatkan arena bermain alternatif tersebut.

"Flying Fox" merupakan permainan yang banyak diminati anak-anak. Permainan meluncur dari ketinggian sekitar 10 meter dengan menggunakan tali baja itu, tidak hanya menyenangkan tapi juga memberi tantangan.

"Saya sudah tiga kali mencoba permainan itu, ternyata mengasyikkan, meskipun awalnya takut," kata Sandy (9), pelajar kelas 3 sekolah dasar, sesaat setelah mencoba.

Selain "flying fox", ia juga mencoba permainan tantangan lain, seperti jembatan tali dan ular tangga kreatif. "Pokoknya senang, asyik," tambah Sandy.

Warga Perumahan Bumi Wana Lestari umumnya menyambut positif kegiatan Kampoeng Fun. "Ini sebuah gagasan menarik dan bagus dari anak-anak muda yang punya kreativitas. Anak-anak kami bisa merasakan bagaimana bermain oubound, tanpa harus pergi ke tempat yang jauh," ujar Yulia (34), salah seorang warga.

Menurut Humas Sahabat Fun (pengelola Kampoeng Fun), Ridho Saiful Ashadi, gagasan kegiatan ini berawal dari keinginan untuk mendekatkan permainan kreatif dan dunia tantangan pembelajaran, dengan masyarakat dan sekaligus memberikan kesempatan meraih pengalaman baru.

"Kami berupaya menciptakan wisata alternatif dan menjadikan lahan terbuka di tengah permukiman warga, sebagai area `outbound` untuk arena belajar, bermain dan tantangan. Itulah tujuan acara Kampoeng Fun," jelasnya.

Sahabat Fun adalah komunitas anak muda berbasis individu yang belajar peduli dan kreatif pada situasi sosial. Sebagian di antara mereka termasuk para "outbounder" berpengalaman.

Pada awalnya, kelompok ini berangkat dari gagasan sederhana yang ingin memadukan misi sosial dan kreativitas.

Kampoeng Fun merupakan ide sederhana dan kecil, tapi memiliki dampak berkelanjutan. Ini juga sebuah upaya, bagaimana mengubah opera pasar malam dengan multipermainan yang lebih menantang, fun dan menyegarkan.

"Anak-anak tidak harus melulu bergelut dengan permainan modern dan mahal, tapi mereka perlu mendapat pengalaman baru yang mampu menumbuhkan kreativitas," tambahnya.

Sebagai sebuah produk sosial, arena bermain Kampoeng Fun rencananya digelar keliling ke sejumlah daerah, terutama wilayah-wilayah permukiman yang tidak memiliki arena bermain memadai.

Sahabat Fun juga berusaha mendekati sekolah-sekolah, kantor, instansi, dan pihak lain yang menginginkan bisa belajar, bermain dan bekerja dengan penuh tantangan.

"Rasanya ini merupakan kesuksesan besar yang belum pernah terjadi. Outbound bisa masuk kampung dan benar-benar bisa dinikmati oleh siapa saja dengan mudah," ujar Saiful yang mantan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Timur itu.
(Didik Kusbiantoro/FB/ant)

:: Artikel lainnya dari Kliping: Kliping Geografi dan Pariwisata : Jawa


1 2 3 4 5 
No. Tanggal Judul Artikel
12009-11-03Mengangkat Derajat Upacara Adat Gunungkidul
22009-10-12Keindahan Tersembunyi Jejak Purba Bengawan Solo
32009-10-07Festival Malioboro Jadi Ikon Baru Yogyakarta
42009-09-10Pabrik Garam dan Kota Tua, Pesona Historis Pulau Madura
52009-09-02Gunung Kidul Suguhkan Jamuan Istimewa untuk Para Pelancong
62009-08-21Jalan-jalan ke Madura? Kenapa Enggak!
72009-08-02Cahaya di Puncak Gunung Nglanggeran
82009-07-29"Kampoeng Fun" Jatim sebuah arena bermain alternatif
92009-07-14Potensi Wisata di Balik Kegersangan Gunung Kidul
102009-07-10Karakteristik Jl Jaksa mulai hilang