:: DETIL DOKUMEN

"Kereta setan" bikin takjub warga
 
 
impresum
SL : SN, 2009.
Deskripsi
Sumber:
Kompas: Jumat, 7 Agustus 2009 | 12:43 WIB
http://www.kompas.com/readkotatua/xml/2009/08/07/12430999/kereta.setan.bikin.takjub.warga
"Kereta setan" bikin takjub warga
Pradaningrum Mijarto
Subyek
20091471 Indonesia -- Jawa -- Jakarta -- Masa Kolonial
Isi:

"KERETA setan", begitu orang menyebut kendaraan bermotor pertama di Jawa yang tidak ditarik oleh kuda atau hewan lainnya. Pokoknya, "kereta setan" yang maksudnya sepeda motor itu bikin bengong orang yang melihat "kereta setan" ini melintas. Saking terkesima dengan sepeda yang bisa lari sendiri dengan kencang maka kendaraan itu pun diberi nama "kereta setan".

Ternyata si kereta setan itu adalah kendaraan bermotor pertama di Jawa. Jadi, bukan mobil yang hadir pertama di Jawa, tapi sepeda motor. Orang pertama yang memiliki kereta setan ini adalah seorang masinis pabrik gula di Umbul, dekat Probolinggo. Namanya John C Potter, ia bukanlah orang Probolinggo tapi orang Inggris.

Potter, demikian disebutkan oleh JJ de Vries dalam Jaarboek van Batavia en Omstreken, Batavia, sampai-sampai membuat Hildebrand dan Wolfmuller - pemilik pabrik sekaligus penemu sepeda motor - kepayahan mencari letak kota Probolinggo lantaran mereka harus mengirimkan pesanan sepeda motor, atas nama Potter, dari Jerman ke pelosok Jawa Timur kala itu.

Hildebrand dan Wolfmuller tercatat sebagai penemu sepeda motor pertama di dunia pada tahun 1893. Nama mereka berdua menjadi nama pabrik sepeda motor, Hildebrand Und Wolfmuller. JJ de Vries menulis, bahkan bagi orang di masa sekitaran abad 20, sepeda motor temuan Hildebrand dan Wolfmuller dinilai ajaib. Bisa dibayangkan bagaimana orang di masa lampau ternganga dengan sepeda motor yang berjalan tanpa rantai, kopling, magnet, bahkan tanpa baterai dan seutas kabel pun.

Sepeda motor ini hanya menggunakan dua silinder horisontal dan dua tabung yang dipanaskan dengan bahan bakar naphta (minyak bumi berwarna kuning). Untuk menjalankannya perlu waktu 20 menit. Bangkai motor ini ditemukan di tahun 1932. Tercecer di bengkel Potter. Bangkai ini kemudian disusun kembali sebagai barang antik dan ditempatkan di museum lalu lintas Surabaya.

Bicara soal sepeda motor, akhir pekan ini, 8 dan 9 Agustus, Motor Besar Club (MBC) DKI Jakarta akan menggelar acara di kawasan Kota Tua yang dipusatkan di Taman Fatahillah termasuk Munas MBC di Museum Bank Mandiri. Acara bertema "Batavia Bike Week" ini digelar untuk pertama kali sebagai kepedulian kelompok ini dalam upaya memperkenalkan kawasan bersejarah di Jakarta sambil menyalurkan hobi terhadap motor besar.

WARTA KOTA

:: Artikel lainnya dari Kliping: Kliping Batavia


 awal ... 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ... akhir 
No. Tanggal Judul Artikel
12009-12-05Materialistis dan miskin budaya, warisan kolonial
22009-09-12Air Belanda, apa itu?
32009-09-10Kawasan Veteran dan Juanda di abad 19
42009-09-10Keluarga Dossol dan Masjid Jami Kebon Jeruk
52009-09-07Menara sejarah maritim miring : Mendesak, konservasi untuk Museum Bahari
62009-09-03Tiga gempa hebat yang goyang Batavia
72009-09-01Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen setelah 274 tahun
82009-08-311925 Batavia sudah dijejali mobil
92009-08-29Pasar Gambir puluhan tahun lalu
102009-08-27Lunturnya tradisi motong kebo andilan