news
events
23.02.2007
Keraton Solo: Sebuah Peninggalan Kultural Jawa
Keraton merupakan soko guru bagi bangunan kebudayaan Jawa
23.02.2007
Peninggalan Benteng Belanda di Jakarta Hilang Karena Real Estate?
Fakta mengejutkan dari lokasi pembangunan halte Busway di daerah Kota Tua
23.02.2007
Peninggalan Benteng Belanda di Jakarta Hilang Karena Real Estate?
Fakta mengejutkan dari lokasi pembangunan halte Busway di daerah Kota Tua
news & events / recent events
“Seberkas Kenangan Indonesia dalam Kaca
Indonesia through "The Looking Glass”
Pusat Dokumentasi Arsitektur, Erasmus Huis, 3Buwana Musea Komunika & Pusat Dokumentasi Arsitektur mengundang anda dalam acara seminar dan pameran:
“Seberkas Kenangan Indonesia dalam Kaca
Indonesia through "The Looking Glass”
Sebagai bagian dari “duniabaru”, kebutuhan mendokumentasikan sumber daya Indonesia menjadi esensial. Para fotografer ditugaskan ke berbagai lokasi berbeda sejak awal abad ke 19. Hal ini dimulai dari awal perkembangan fotografi, dari masa penggunaan plat kaca, dan berlanjut dua abad kemudian hinggake era digital kini. Sisa dari masa awal fotografi khususnya koleksi negative dan positif kaca, masih bertahan dan dapat ditemukan antara lain di KITLV (The Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies), Belanda, sedangkan di Indonesia dirawat oleh Museum Nasional (koleksi The Royal Batavian Society of Arts and Sciences atau Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen) dan beberapa institusi lain seperti arsip dan Museum Bank Indonesia (koleksi de Javasche Bank), arsip Bank Mandiri (koleksi De N.V. Nederlandsche Handel-Maatschappij), Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan di Balai Konvservasi Borubudur (koleksi Oudekundige Dienst – Dinas Purbakala), dan di jurusan Arsitektur Institut Teknologi Bandung (koleksi van Romondt). Lacak sejarahnya di pameran ini dan temukan cara untuk menemukan koleksi ini di Indonesia.
As part of the newly discovered world, the need to document Indonesian resources was an indispensable need. Photographers were assigned to different locations since early 19th AD. This started from the early development of photography, from the era of photography glass plates, and it continued for the last two centuries until the digital age of today. Remains of the early photography documentation on glass survived and can be found in KITLV (The Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies), Netherland, while in Indonesia they are being care by Museum Nasional (collection of The Royal Batavian Society of Arts and Sciences atau Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen) and a few others such archives and Museum Bank Indonesia (collection of De Javasche Bank), archives of Bank Mandiri (collection of De N.V. Nederlandsche Handel-Maatschappij), Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan di Balai Konvservasi Borubudur (collection of Oudekundige Dienst), and Architecture Department of Institut Teknologi Bandung (collection of van Romondt). Retrace the history here and seek how you can track the collections in Indonesia.
Auditorium Museum Bank Indonesia Kota
“Seberkas Kenangan Indonesia dalam Kaca
Indonesia through "The Looking Glass”
diselenggarakan:
Senin, 28 Oktober - 8 November 2013
di ERASMUS HUIS
HR Rasuna Said Kav. S-3 Kuningan Jakarta 12950
Telephone: (+62) 21 524 1069
r.s.v.p. Pusat Dokumentasi Arsitektur
cp. Esti/Uni (021) 57992602 atau pdai_2005@cbn.net.id
“Seberkas Kenangan Indonesia dalam Kaca
Indonesia through "The Looking Glass”
Pusat Dokumentasi Arsitektur, Erasmus Huis, 3Buwana Musea Komunika & Pusat Dokumentasi Arsitektur mengundang anda dalam acara seminar dan pameran:
“Seberkas Kenangan Indonesia dalam Kaca
Indonesia through "The Looking Glass”
Sebagai bagian dari “duniabaru”, kebutuhan mendokumentasikan sumber daya Indonesia menjadi esensial. Para fotografer ditugaskan ke berbagai lokasi berbeda sejak awal abad ke 19. Hal ini dimulai dari awal perkembangan fotografi, dari masa penggunaan plat kaca, dan berlanjut dua abad kemudian hinggake era digital kini. Sisa dari masa awal fotografi khususnya koleksi negative dan positif kaca, masih bertahan dan dapat ditemukan antara lain di KITLV (The Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies), Belanda, sedangkan di Indonesia dirawat oleh Museum Nasional (koleksi The Royal Batavian Society of Arts and Sciences atau Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen) dan beberapa institusi lain seperti arsip dan Museum Bank Indonesia (koleksi de Javasche Bank), arsip Bank Mandiri (koleksi De N.V. Nederlandsche Handel-Maatschappij), Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan di Balai Konvservasi Borubudur (koleksi Oudekundige Dienst – Dinas Purbakala), dan di jurusan Arsitektur Institut Teknologi Bandung (koleksi van Romondt). Lacak sejarahnya di pameran ini dan temukan cara untuk menemukan koleksi ini di Indonesia.
As part of the newly discovered world, the need to document Indonesian resources was an indispensable need. Photographers were assigned to different locations since early 19th AD. This started from the early development of photography, from the era of photography glass plates, and it continued for the last two centuries until the digital age of today. Remains of the early photography documentation on glass survived and can be found in KITLV (The Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies), Netherland, while in Indonesia they are being care by Museum Nasional (collection of The Royal Batavian Society of Arts and Sciences atau Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen) and a few others such archives and Museum Bank Indonesia (collection of De Javasche Bank), archives of Bank Mandiri (collection of De N.V. Nederlandsche Handel-Maatschappij), Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan di Balai Konvservasi Borubudur (collection of Oudekundige Dienst), and Architecture Department of Institut Teknologi Bandung (collection of van Romondt). Retrace the history here and seek how you can track the collections in Indonesia.
Auditorium Museum Bank Indonesia Kota
“Seberkas Kenangan Indonesia dalam Kaca
Indonesia through "The Looking Glass”
diselenggarakan:
Senin, 28 Oktober - 8 November 2013
di ERASMUS HUIS
HR Rasuna Said Kav. S-3 Kuningan Jakarta 12950
Telephone: (+62) 21 524 1069
r.s.v.p. Pusat Dokumentasi Arsitektur
cp. Esti/Uni (021) 57992602 atau pdai_2005@cbn.net.id
2008 ® pusat dokumentasi arsitektur